Oleh Mahathir

Bencana meninggalkan masyarakat terdampak berbagai kerusakan dan penderitaan. Berbagai jenis bantuan baik Nasional maupun International sebagai respon cepat tanggap terhadap kejadian bencana sesegera mungkin berdatangan ke lokasi terdampak. Pemenuhan kebutuhan korban bencana merupakan fokus utama pemberi bantuan guna merekonstruksi dampak besar yang terjadi. Pemenuhan pangan dan kebutuhan dasar, penanganan kesehatan serta logistic lain harus secepat mungkin tersedia guna menurunkan dampak negative lebih besar dari sebuah bencana.

Berbagai organisasi turun dengan berbagai jenis bantuan untuk memenuhi kebutuhan segala aspek yang telah dimusnahkan oleh bencana. Namun, menjadi menarik tenaga kesehatan yang kompeten terhadap salah satu aspek penting yang terjadi saat bencana yaitu penanganan luka hampir luput dari perhatian pendonor bantuan bencana. Luka merupakan kasus katastropis kedua terbesar setelah kematian ketika terjadi bencana. Penangan serius dan komprehensif yang harus bisa disediakan selama penanganan bencana. Tidak tepatnya layanan perawatan untuk kasus luka akan menambah masalah baru dan dampak negatif yang kompleks bagi para korban bencana di kemudian hari. Sehingga aspek ini harus dilihat sedemikian rupa bagi sukarelawan bencana. Jenis luka yang muncul pasca bencana datang dalam bentuk kasus yang rumit dan kadang tidak terduga sehingga keahlian spesifik terhadap kasus ini harus ditilik dengan cara yang lebih matang dan serius.

Fakultas Keperawatan Universitas Andalas menurunkan perawat dengan keahlian perawatan luka untuk dapat berkontribusi di lokasi bencana. Ns. Elvi Oktarina M.Kep., Sp.Kep.MB diturunkan ke beberapa titil lokasi bencana besar yang ada di Indonesia seperti Palu dan Banten untuk mengabdikan dirinya pada korban luka pasca bencana. Keahlian beliau sangat dibutuhkan di lapangan karena membutuhkan jsutifikasi dan pengalaman beliau dalam menangani luka dengan kondisi berat dan kompleks. Justifikasi perawat dibutuhkan untuk mampu menilai dan menindaklanjuti jenis perawatan yang tepat untuk perbaikan kondisi korban bencana. Didampingi suksesor Ns. Devia Putri Lenggogeni kolaborasi yang mereka lakukan dalam pengananan luka mampu membuktikan kontribusi nyata dan esensial pada saat bencana.

No  Fasilitas  Gambar
1    
2    
3    
4    
5    
Jumat, 05 Juli 2019 15:11

Peraturan Akademik

Written by
No   Lampiran  Download / Link Download
1 Peraturan Akademik Download
Jumat, 05 Juli 2019 14:50

Peraturan - Peraturan yang Terkait

Written by

 

NO Nama Peraturan  Download / Link Download
1  Panduan Akademik UNAND  
2 Kepegawaian  
3 Beban Kerja Dosen  
4 Tata Kelola dan Statuta PT  
5    
6    
7    
8    
9    
10    
11    
12    
13    
14    
15    

 

Oleh Mahatir

Perawat merupakan salah satu profesi yang memainkan peran vital dalam kebencanaan. Oleh karena itu perawat harus secara adekuat memiliki kompetensi dan kapasitas dalam menyiapkan dan menghadapi bencana.

Perawat memainkan peranan penting guna melindungi masyarakat dari dampak negatif yang besar dan merugikan dari sebuah bencana. Tanggung jawab yang besar berbanding terbalik dengan fakta bahwa perawat ternyata tidak siap dan belum mampu dalam berespon saat bencana.

Harfiahnya Indonesia tidak akan terbebas dari sebuah bencana. Perawat disiapkan memiliki kompetensi dalam menghadapi bencana melalui penyisipan pendidikan kebencanaan dalam kurikulum pendidikan keperawatan. Namun, dari hasil sebuah riset jika perawat menghadapi bencana aktual perawat merasa tidak siap dan tidak percaya diri dalam melakukan respon kebencanaan. Pendidikan kebencanaan tak dielakan lagi sebagai elemen yang harus dibangun untuk menyiapkan perawat yang mampu berespon terhadap bencana.

Namun, dalam sebuah sistematic review faktor lain yang memberikan penguatan terhadap kesiapan respon bencana perawat adalah pengalaman menghadapi bencana secara nyata oleh perawat. Perawat memerlukan “actual practice” turun langsung ke lokasi bencana dan ditugaskan untuk membantu dalam berespon terhadap bencana. Jadi untuk menjadi perawat yang siap terhadap bencana “You have to be there”

 

Sumber:

Gambar: Google Image

Literatur: Labrague, et.al. (2017) Disaster Nursing Preparedness Among Nurses: A Sistematic Review of Literature. Wiley Online Library.

 

 

***

Mengisi/Melengkapi Formulir Pendaftaran disertai syarat yang telah ditentukan. http://pendaftaran.pmb.unand.ac.id/web/registrasi-awal.

Biaya Ujian masuk sebesar Rp.400.000,- dibayar setelah mengisi KAP Dan PIN . Calon mahasiswa cukup menyebutkan nomor KAP yang didapat dari menu beli PIN  pembayaran di seluruh  Bank Mandiri.

 

 

Oleh: Mahathir

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia pada tanggal 2 Juli 2019 lalu sukses melaksanakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Ibu Rika Sabri. Dibawah bimbingan Prof Achir Yani, Ibu Junaiti Sahar PhD dan Dr. Besrai perjuangan mengenalkan sebuah model keperawatan berbasis budaya dalam rangka meningkatkan kulitas asuhan keperawatan, status kesehatan dan kualitas hidup lansia akhirnya bisa dilalui Ibu Rika Sabri dengan baik dan menjadikan beliau Doktor Keperawatan di bidang keperawatan Komunitas Fakultas Keperawatan Universitas Andalas.

 Banyak harapan yang akan digantungkan kepada beliau dalam rangka memajukan pendidikan keperawatan komunitas di Universitas Andalas.  Keperawatan Komunitas merupakan keilmuan yang dinamis dan kompleks sehingga membutuhkan kemampuan inovasi dan adaptasi yang tinggi dalam menyikapi perkembangan keilmuan Kapasitas yang dimiliki Ibu Rika sabri diharapkan nantinya dapat meningkatkan kapasitas pendidikan spesifik keperawatan komunitas.

 Ketua bagian Jiwa dan Komunitas Agus Sri Banowo MPH. menyambut dengan gembira atas pencapaian akademis yang telah diperoleh Ibu Rika Sabri.” Kami membutuhkan kapasitas akademik beliau guna mengembangkan program pendidikan kita terutama pada tahap magister keperawatan namun tentu pengalaman belajar beliau akan juga menguatkan pengembangan Ners keperawatan komunitas nantinya”. Dalam kegiatan ini Fakultas keperawatan mengutus Wakil Dekan II Fakultas Keperawatan Universitas Andalas Ibu Vetty Priscilla “Kami sangat senang sekali acara berjalan dengan sukses, kami sangat senang sekali, staff Doktor kami bertambah” ucapnya.

 

 

Oleh: Zesty Fitri Dyanda

Kelompok Komunitas G’18

Sabtu, 4 Mei 2019 kelompok G’18 Keperawatan Komunitas profesi Ners Universitas Andalas  mengadakan Musyawarah Masyarakat RW 01 Kelurahan Lubuk Lintah (MMK) yang dihadiri oleh pemuka masyarakat yaitu seluruh ketua RT di RW 01, perwakilan perawat komunitas dari Puskesmas Ambacang, kader kesehatan RW 01 dan perwakilan warga di kediaman ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Lubuk Lintah. Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan dan  mendiskusikan masalah kesehatan komunitas di wilayah RW 01 Lubuk Lintah.     

Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) adalah pertemuan warga kelurahan untuk membahas hasil pengkajian masalah kesehatan di komunitas dan merencanakan penanggulangan  masalah  yang diperoleh dari winshield survey dan pengisian kuesioner di masing-masing rumah yang telah dilakukan mahasiswa profesi Ners. Dalam rangka mewujudkan kesehatan  masyarakat yang optimal maka dibutuhkan intervensi keperawatan komunitas, yaitu bidang keperawatan perpaduan ilmu keperawatan dan kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk melibatkan peran serta masyarakat untuk meningkatkan kesejahteeraan dan kualitas kesehatan serta mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh, melalui proses keperawatan untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal sehingga mandiri dalam upaya kesehatan. Peningkatan peran serta masyarakat bertujuan meningkatkan dukungan masyarakat dalam berbagai upaya kesehatan serta mendorong kemandirian dalam memecahkan masalah kesehatan.

Kegiatan MMK di RW 01 Kelurahan Lubuk Lintah dimulai dengan perkenalan dan penjelasan sekilas kegiatan oleh ketua kelompok Keperawatan Komunitas G’18 sebagai bentuk dari komunikasi pendekatan dengan stake holder dan masyarakat agar membina hubungan saling percaya untuk kerjasama dalam proses keperawatan komunitas nantinya. Selanjutnya pembimbing akademik Keperawatan Komunitas Fakultas Keperawatan Universitas Andalas, Ns. Mahathir, S.Kep, M.Kep, Sp.KepKom menjelaskan  tujuan adanya program  keperawatan komunitas dengan harapan tercapainya target upaya preventif dan promotif kesehatan komunitas melalui kerjasama antara perawat komunitas dan masyarakat sekaligus menyerahkan kelompok profesi secara resmi kepada perwakilan Lurah Lubuk Lintah, selanjutnya, Bapak Ujang, Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Lubuk Lintah selaku perwakilan dari kelurahan menyambut mahasiswa profesi keperawatan komunitas dengan hangat, ia berharap mahasiwa juga dapat memperoleh ilmu dari masyarakat disamping juga menerapkan ilmu keperawatan komunitas untuk kesehatan masyarakat RW 01 Kelurahan Lubuk Lintah.

Setelah dilanjutkan dengan presentasi hasil pengkajian, pada sesi diskusi dan musyawarah waktu pelaksanaan program disepakati bahwa program keperawatan komunitas  yang direncanakan dengan sasaran masalah kesehatan masing-masing tingkat usia  dilaksanakan di satu event besar dalam 1 hari, sedangkan gotong royong dengan target kesehatan lingkungan rumah warga dilaksanakan pada Minggu, 5 Mei 2019, jadwal ini disusun dan disetujui bersama pembimbing akademik dan perwakilan dari perawat komunitas dari Puskesmas Ambacang. Akhirnya kegiatan ditutup dengan makan bersama dan foto bersama serta bersilaturrahim dengan masyarakat karena bertepatan dengan hari terakhir menjelang bulan ramadhan.

 

Lantai 1, Gedung Fakultas Keperawatan Universitas Andalas 

  • Telepon : +62-751-779233
  • Fax        : +62-751-779233
 

Peta