14 April 2020

Hema Malini, SKp, MN, PhD
(Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas)

Mengikuti perkembangan peningkatan kasus covid-19 di Indonesia, maka per tanggal 18 Maret 2020 menurut data yang dirilis oleh situs resmi covid19.go.id, maka jumlah kasus saat ini di Indonesia adalah 227 Kasus dengan 11 sembuh dan 19 meninggal. Upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19 telah banyak dilakukan pemerintah pusat dan daerah. Beberapa Menteri terkaitpun sudah mengeluarkan kebijakan untuk para Aparatur Sipil Negera untuk mengurangi kontak fisik dan sosial dengan cara Work From Home (WFH). Begitu juga dengan sebagian besar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

Untuk beberapa PTN terutama di pulau Jawa dengan angka innfeksi tertinggi, pembelakukan untuk kuliah daring/online telah diterapkan. Sementara itu, di Padang sendiri, himbauan mengubah proses pembelajaran kuliah telah diterapkan oleh beberapa PTN termasuk oleh Universitas Andalas (Unand). Untuk kota Padang, himbauan dari Walikota Padang telah dikeluarkan, dimana untuk siswa TK-PAUD, SD dan sederajat, SMP dan sederajat serta siswa Bimbingan Belajar akan diliburkan per tanggal 19 Maret 2020 sampai awal April 2020.

Ketika hampir sebagian besar ASN melakukan WFH diikuti juga dengan para karyawan swasta, maka salah satu tenaga professional dalam bidang kesehatan yang masih harus bekerja dan tetap melakukan pengabdian adalah perawat. Perawat terutama mereka yang bekerja di Rumah Sakit (RS) Pemerintah yang menjadi rujukan perawatan pasien Covid-19 yang bertugas langsung di ruang Isolasi menghadapi sebuah pilihan antara tetap bekerja menjunjung tinggi profesionalisme atau mementingkan keamanan pribadi dan keluarga. Saat ini tercatat setidaknya sudah ada satu orang perawat di Indonesia yang positif terinfeksi covid-19 dan meninggal dunia.

Sementara itu, menurut angka yang dipublikasikan di JAMA Network Open, sebuah situs medis online dari Journal of American Medical Association, tenaga kesehatan yang terinfeksi di China mencapai 3,8% dari total kasus covid-19 dan tercatat lima kematian dari tenaga kesehatan. Terdapat 60% tenaga kesehatan yang terinfeksi selama pandemic di Wuhan, China. Di Italia sendiri, tenaga kesehatan yang terinfeksi mencapai 2.689 sekitar 8 % dari total kasus yang ada (liputan6.com).

Dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam kondisi wabah Covid-19 saat ini, perawat mempunyai beberapa peran, yaitu sebagai caregiver yang merupakan peran utama dimana perawat akan terlibat aktif selama 24 jam dalam memberikan asuhan keperawatan ditatanan layanan klinis seperti di rumah sakit. Selain itu, perawat juga mempunyai peran sebagai edukator, dimana berperan sebagai tim pendidik yang memberikan edukasi kepada pasien, keluarga dan masyarakat. Perawat berperan dalam memperkuat pemahaman masyarakat terkait dengan apa dan bagaimana covid-19, pencegahan dan penularan, serta bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan sense of crisis, sehingga masyarakat menjadi waspada dan menerapkan perilaku pencegahan dan hidup sehat, dan tidak panik. Selain peran diatas, perawat juga berperan dalam advokat dimana perawat akan membantu mengurangi stigma bagi pasien dan keluarga yang terindikasi covid positif. Secara umum, perawat mempunyai peran yang sangat penting baik dari segi promotif, preventif, dan pelayanan asuhan keperawatan dalam kondisi wabah covid-19.

Namun jika kita melihat, apa yang terjadi saat ini, dirasakan masih adanya sikap yang kurang menghargai profesi perawat. Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan pernyataan pejabat kementerian kesehatan RI dimana menyamakan profesi perawat seperti “Room Boy” sebuah hotel. Organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pusat telah menyampaikan surat keberatan kepada Menteri Kesehatan RI pertanggal 18 Maret 2020 yang ditanda tangani oleh Ketua dan Sekretaris PPNI. Kita memang tidak ingin menyatakan bahwa pekerjaan room boy sebuah hotel adalah rendah, namun menganalogikan profesi perawat setara dengan “room boy” justru mengecilkan arti dan peran perawat, terutama dalam konteks perawatan kasus Covid-19.

Semua perawat yang saat ini berkutat dan terlibat dalam perawatan pasien Covid-19 diseluruh rumah sakit didunia dan di Indonesia telah mengorbankan apa yang kita sebut sebagai kepentingan pribadi dan keluarga. Para perawat telah mengorbankan keselamatan dan menghadapi ancaman tertular virus yang bisa berakhir pada kematian. Sebagai bagian dari garda terdepan dalam menangani kasus Covid-19, tidak sedikit yang mengalami kelelahan baik secara fisik dan juga secara mental. Tingginya beban kerja mereka dalam menangani kasus covid-19, langkanya fasilitas alat pelindung diri (APD) serta kebutuhan nutrisi yang belum tentu adekuat, membuat imunitas tubuh menurun, sehingga resiko tertular virus semakin meningkat.

Tanggal 17 Maret 2020 yang lalu merupakan Hari Perawat Indonesia, dimana organisasi PPNI genap berusia 46 tahun. PPNI merupakan organisasi perawat yang berdiri tanggal 17 Maret 1974 yang menjadi wadah bagi seluruh perawat Indonesia dalam memajukan profesi keperawatan. Perawat Indonesia berusaha dengan keras untuk meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Sehingga sudah semestinya, pemerintah dan masyarakat memberikan apresiasi tertinggi bagi peran perawat. Banyak hal yang bisa dilakukan, antara lain dengan memberikan penghargaan secara material bagi mereka selama menjalankan tugas, dengan memprioritaskan pemberian asupan nutrisi yang adekuat, pengadaan alat pelindung diri yang sesuai standar, pemberian insentif.

Ketersediaan alat pelindung diri yang sesuai standar penanganan pasien menular infeksisu harus mengacu kepada UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan dan kesehatan kerja menjadi tugas pokok bagi pemerintah. Karena jika APD bagi tenaga kesehatan di rumah sakit tidak tersedia dengan memadai, maka resiko penularan kemungkinan besar akan terjadi. Pemerintah dan masyarakat juga bisa memberikan dukungan moral berupa penguatan motivasi, memastikan komunikasi dengan keluarga dan keselamatan keluarga mereka terjamin dan juga berhati-hati dalam memberikan pernyataan di tengah masyarakat. Perawat di seluruh dunia termasuk di Indonesia mendedikasikan diri secara jiwa dan raga dalam menangani kasus covid-19.

 

ita semua menginginkan wabah covid-19 ini segera berlalu dan pemerintah mampu menangani kasus ini dengan baik. Marilah kita semua meningkatkan kewaspadaan dengan cara menerapkan perilaku mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin, bisa juga menggunakan handsanitizer, menutup mulut dan hidung jika batuk dan bersin, mengisolasi diri jika sedang menderita batuk dan flu, meningkatkan daya tahan tubuh dengan vitamin dan makanan bergizi.

Kita juga mengharapkan agar tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat yang saat ini terlibat aktif dalam penanganan kasus covid-19 dibeberapa rumah sakit di Indonesia tetap terjaga kesehatan dan keselamatan diri. Mari kita saling bekerja sama dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi wabah covid-19.

09 March 2020

Inaugurasi merupakan acara penyambutan mahasiswa baru dan pelepasan mahasiswa yang telah wisuda Fakultas Keperawatan Universitas Andalas. Kegiatan ini juga bermaksud untuk menjalin keakraban dengan mahasiswa angkatan yang diatas, alumni dan semua civitas akademika Fakultas Keperawatan Universitas Andalas. Acara ini mengangkat tema “ Towards Infinity an Beyond” : Menuju tak terbatas dan melampauinya, adanya mimpi yang terus kita rajut hingga setinggi dan seluas jagad raya dan usaha keras untuk mampu mencapainya, yang berlaku juga dalam Profesi Keperawatan. Seperti tahun sebelumnya, acara ini akan diselenggarakan di Gor Prayoga Padang, kegiatan ini  dikemas dengan penampilan mahasiswa dari Fakultas Keperawatan Unand seperti solo song, tari kreasi, flashmob, fashion show, band, dance dengan guest star Petrus Mahendra dengan lagu hits nya “Pura Pura Lupa”.

Menjelang hari H inaugurasi yang semakin dekat, segala persiapan teknis dan konsep acara terus dirancang. Diwawancarai ketua pelaksana acara Inaugurasi 2020, Fajar Audio mengatakan “ Sampai saat ini persiapan inaugurasi telah mencapai 70% dan akan terus dimaksimalkan sampai hari H acara nanti, dan saya berharap panitia tetap semangat untuk mensukseskan acara kita ini”. Kamis (05/03) siang.

 

Dalam mempersiapkan Inaugurasi ini, panitia telah melakukan rapat, dan diputuskan agenda tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2020. Kendala terbesar dari persiapan acara adalah koordinasi panitia. Menurut Dio hal ini disebabkan adanya kesibukan lain seperti kuliah dan kegiatan diluar kampus yang menghambat koordinasi panitia dan beberapa hal karena mengangkat acara yang lebih dari sebelumnya.

Dio berharap dalam acara inagurasi Fakultas Keperawatan 2020 ini dapat berjalan dengan lancar dan hikmat, dan kedepannya Fakultas Keperawatan lebih baik dan satu dari acara Inaugurasi ini

whos online

We have 34 guests and no members online

Sekretariat Fakultas Keperawatan UNAND

Lantai 1, Gedung Fakultas Keperawatan Universitas Andalas 

  • Telepon      : +62-751-779233
  • Fax             : +62-751-779233

Peta