16 June 2020

Kami Segenap Civitas Akademika Fakultas Keperawatan Universitas Andalas Mengucapkan :
Innalilahi wa innailaihi rojiuunn telah berpulang alumni kita risa afrina A 13 di RS semen Padang ,almarhumah adalah perawat covid di SPH semoga almarhumah diterima semua amalan perjuangannya dan dihapuskan segala dosanya

26 May 2020
Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana Universitas Andalas Gelombang II Tahun 2020

Tanggal-Tanggal Penting :

 

Pembelian PIN dan Pendaftaran Online :  5 Mei - 1 Juli 2020
Ujian TPA dan TOEFL :  4 Juli 2020
Ujian Wawancara :  Jadwal menyusul (bisa dilihat 2 hari sebelum ujian TPA dan TOEFL pada http://pasca.unand.ac.id)
Pengumuman Lulus :  14 Juli 2020

 

Uang Pendaftaran :

  • Magister (S2) : Rp.600.000,-
  • Doktor (S3)    : Rp.750.000,- 

Persyaratan Umum :

IPK Minimum 2,75 atau <2,75 jika memiliki pengalaman kerja

Persyaratan dan Kelengkapan Berkas yang di upload dan diserahkan :

  1. Foto copy ijazah/SKL dan transkip nilai S1 (Ijazah Sarjana) yang dilegalisir untuk calon pendaftar S2 (Magister)
  2. Foto copy ijazah/SKL dan transkip nilai S1,S2 yang dilegalisir untuk calon pendaftar S3 (Doktor)
  3. Pas photo 4x6 sebanyak 3 lembar
  4. Surat keterangan sehat dari dokter
  5. Formulir pendaftaran, dapat didownload di berkas attachment dibawah postingan ini
  6. Rancangan penulisan ide penelitian untuk calon pendaftar S3 (minimal 1000 kata)
  7. Surat kesediaan dari calon promotor/ pembimbing untuk calon pendaftar S3 (Download pada berkas attachment postingan ini)
  8. Informasi beasiswa BUDI-DN, LPDP dapat dilihat pada http://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id atau http://lpdp.kemenkeu.go.id
  9. Surat rekomendasi akademis dari dua orang dosen/pembimbing pendidikan sebelumnya, bergelar Dr (S3) yang relevan (lihat diwebsite : http://pasca.unand.ac.id)    
  10. Melampirkan bukti pembayaran  PIN pendaftaran dari Bank
  11. Melampirkan Sertifikat Akreditasi Perguruan Tinggi Asal
  12. Persyaratan Khusus S2 Keperawatan :
    1. Memiliki Ijazah Sarjana Ners/S.KP atau SKM (Khusus untuk peminatan Manajemen Keperawatan dengan Matrikulasi)
    2. Menyiapkan draft Tesis sesuai peminatan yang dilamar dan akan dipresentasi saat wawancara 
    3. mengisi pedoaman wawancara yang dapat diambil di Sekretariat S2 Keperawatan, Fakultas Keperawatan sehari sebelum ujian TPA dan TOEFL
  13. Untuk Program Magister S2 Hukum : konsentrasi Hukum Kesehatan membuka kesempatan kepada pendaftar yang mempunyai latar belakang Sarjana (S1) Non Hukum, dengan syarat setelah lulus seleksi wajib mengikuti Matrikulasi
  14. Persyaratan Khusus S2 Biomedik :
    1. Menerima Lulusan Strata 1 (S1) : Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, Farmasi, Kimia, Biologi, Ilmu Gizi, Pangan, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan dan Kebidanan
    2. Menerima Lulusan D.IV Kebidanan, Keperawatan, Gizi, Analais, Fisioterapi dan bidang ilmu terkait
    3. Untuk Ijazah D IV akan mengikuti Program Matrikulasi selama 6 bulan yang merupakan program penyetaraan bagi lulusan D.IV sebelum melanjutkan pendidikan pada program Magister Ilmu Biomedik
    4. Melampirkan surat izin kuliah dari instansi tempat bekerja (bagi yang sudah bekerja)
  15. Untuk Magister Manajemen tersedia kelas Reguler, Kelas Reguler English
  16. Khusus untuk S2 Epidemiologi harus ada Surat Izin dari pimpinan bagi yang sudah bekerja

Untuk biaya pendidikan bisa dilihat disini

Seluruh berkas pendaftaran diupload di http://pendaftaran.pmb.unand.ac.id dan di bawa pada saat tes wawancara 

Prosedur Pendaftaran :

  1. Melakukan Registrasi awal pada http://pendaftaran.pmb.unand.ac.id, kemudian klik Pembelian PIN untuk memperoleh KAP dan PIN, kemudian cetak kartu pembelian PIN pada akhir pengisian setelah di submit
  2. Melakukan Pembayaran pada Bank Syariah Mandiri sebesar Rp. 600.000,- (S2) dan Rp. 750.000 (S3)  untuk aktivasi KAP dan PIN
  3. Melakukan pendaftaran dan pengisian formulir pendaftaran secara online melalui website : http://pendaftaran.pmb.unand.ac.id untuk mendapatkan kartu peserta

Alur Prosedur Pendaftaran :

 

Narahubung :

  1. Yelna Derjunita : 085274645435
  2. Ritta Yenni Arief : 08126628648
  3. Zandri : 082388287695

Berkas yang terkait Penerimaan Mahasiswa Baru :

  1. Banner Penerimaan Mahasiswa Baru
  2. Formulir Pendaftaran Mahasiswa Baru Pascasarjana Unand
  3. Formulir Rekomendasi Penerimaan Mahasiswa Baru S2 dan S3 Unand
  4. Formulir Kesediaan Calon Promotor S3
  5. Formulir Wawancara untuk S2 Keperawatan
12 May 2020

Suumber Informasi : https://corona.sumbarprov.go.id/details/detail_master_berita/116
gubernur

Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat sepakat memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 29 Mei 2020. 

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi bersama bupati dan walikota se Sumbar melalui Rapat Terbatas menggunakan Video Conference (Vidcon) di ruang kerja gubernur, Selasa (5/5/2020).

"Memang betul, kita tadi sudah sepakat untuk PSBB Sumatera Barat diperpanjang terhitung mulai besok 6 Mei hingga 29 Mei 2020, kita sesuaikan dengan Tanggap Drarurat Bencana pusat. PSBB ini diperpanjang dengan mempertegas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 dan Permenkes 9 tahun 2020," ucap gubernur.

Gubernur Irwan Prayitno mengatakan pada PSBB tahap kedua ini, diberikan peluang kota dan kabupaten untuk melakukan kelonggaran. Terutama daerah-daerah, kawasan atau nagari, RT/RW, atau kompleks yang sudah dipastikan negatif berdasarkan hasil tes swab atau zona hijau.

Lima daerah yang masih zona hijau, yaitu Kabupaten Solok Selatan, Limapuluh Kota, Sijunjung, Kota Solok dan Sawahlunto. Lima daerah itu hingga hari ini tidak ditemukan kasus Covid-19 di Sumbar.

“Tapi, untuk dinyatakan negatif itu harus ada pernyataan resmi dari pemprov Sumbar. Lalu mesti ada kesepakatan masyarakat sesuai kearifan lokal. Misalnya, untuk menghidupkan kembali aktivitas di masjid,” jelasnya.

Sementara daerah yang masih zona merah atau ada pasien positif Covid-19, kata Gubernur harus ada ketegasan, dengan tidak memperbolehkan kendaraan luar masuk ke Sumbar, kecuali kendaraan sembako dan alat kesehatan.

Faktanya dari 221 yang positif di Sumbar berasal dari luar yaitu para pemudik yang masuk ke Sumbar. Awalnya ada 38-40 orang yang positif masuk dari daerah pandemi Covid-19 terus menyebar ke yang lain.

"Untuk itu perlu ketegasan petugas diperbatasan untuk melarang semua kendaraan penumpang yang masuk ke Sumbar," kata Irwan Prayitno.

Kemudian untuk local wisdom atau kearifan lokal, diberikan peluang kepada bupati dan wali kota melaksanakannya sesuai dengan protap covid-19.

Irwan Prayitno beralasan PSBB diperpanjang karena keadaan darurat nasional Covid-19 akan aktif hingga 29 Mei 2020. Sebagai antisipasi peningkatan orang masuk dan keluar Sumbar pada masa lebaran.

Selanjutnya Gubernur Sumbar mengucapkan terima kasih pada Kapolda Sumbar dan jajarannya yang melakukan aksi perlawanan terhadap Covid-19 dengan melarang para pemudik masuk ke wilayah Sumatera Barat.

BIRO HUMAS SETDA SUMBAR

whos online

We have 22 guests and no members online

Sekretariat Fakultas Keperawatan UNAND

Lantai 1, Gedung Fakultas Keperawatan Universitas Andalas 

  • Telepon      : +62-751-779233
  • Fax             : +62-751-779233

Peta