05 May 2020

 

WhatsApp Image 2020 05 04 at 21.34.01

Sumatera Barat, khususnya daerah Kota Padang telah mengalami peningkatan jumlah penderita Covid-19 dengan cukup signifikan. Menyikapi hal tersebut maka, Senin, 4/05/2020, Fakultas Keperawatan Universitas Andalas, melalui Tim Bencana Fakultas Keperawatan, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengahadapi pandemic Virus Corona.

Pengabdian ini dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan, yang diawali dengan pembagian sembako kepada Civitas Akademika Fakultas Keperawatan bertempat di Fakultas Keperawatan yang dibuka langsung oleh Dekan. Dalam sambutannya Dekan menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat bermanfaat dan membantu civitas akademika. Pada hari yang sama, Dekan juga secara resmi meluncurkan website bencana Fakultas Keperawatan yang akan mengelola seluruh kegiatan terkait bencana Fakultas, menjadi pusat informasi, dan membuka hotline siap siaga bencana Fakultas.

Tim Bencana Fakultas Keperawatan juga melakukan kegiatan pengabdian terpusat masyarakat di Kelurahan Limau Manis Kota Padang. TKegiatan diwali dengan pembagian sembako kepada warga masyarakat yang membutuhkan, yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan sosialisasi terkait Covid-19, berupa pencegahan-pencegahan yang harus dilakukan dan hal-hal yang harus dihindari. Sosialisasi dilaksanakan secara terkoordinasi dengan Lurah Limau Manis, Kepolisian (Polsek), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta Komando Rayon Militer (Koramil) 05/Kuranji Pauh, dengan menggunakan kendaraan berkeliling ke seluruh kelurahan Limau Manis. Diharapkan sosialisasi ini dapat benar-benar memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dalam menghadapi dan mencegah mata rantai virus Covid-19. Tim juga memberikan perhatian khusus untuk tempat-tempat keramaian seperti musholla dan pasar kelurahan dengan melakukanpemberitahuan langsung, penempelan poster dan pembagian masker.

Tim Bencana Fakultas Keperawatan juga direncanakan akan melakukan pembagian APD dan vitamin di Puskesmas Pauh dan juga RS Universitas Andalas untuk masyarakat terjangkit ataupun resiko yang membutuhkan. Untuk waktu pelaksanaan masih menunggu konfirmasi dan koordinasi dengan tim puskesmas dan Rumah Sakit.

Hingga hari ini, Fakultas Keperawatan juga telah melakukan penggalangan dana untuk diserahkan kepada civitas akademika baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa yang membutuhkan. Di lingkungan Universitas tim bencana akan melakukan penginformasian mengenai disinfektan yang tepat bagi CS Universitas yang diharapkan dapat menjadi panduan dalam melakukan kegiatan kebersihan di lingkungan Universitas.

Diharapkan, melalui rangkaian kegiatan pengabdian kepada masayarakat ini tim bencana Fakultas Keperawatan Universitas Andalas dapat memberikan aksi yang membantu masyarakat secara langsunng dan membantu pemerintah dalam menghadapi Covid-19

05 May 2020

wakil dekan fkep

Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Yuliandri, SH. MH melantik Wakil Dekan I, II, dan III Fakultas Keperawatan Periode 2020-2024 di Convention Hall Universitas Andalas (04/05/2020) secara tertutup menggunakan protocol kesehatan dan media live streaming. Dengan disaksikan oleh Dekan terpilih Fakultas Keperawatan periode 2020 – 2024, Hema Malini, S.Kp, MN., PhD, Rektor melantik Nelwati, S.Kp, MN, PhD (Wakil Dekan I), Esi Afriyanti, S.Kp, M.Kes (Wakil Dekan II), dan Mohd. Jamil, S.Kp, M.Biomed (Wakil Dekan III) sebagai bagian dari pimpinan Fakultas Keperawatan.

Dalam Sambutannya Rektor menyampaikan harapan-harapan khusus kepada masing-masing wakil dekan yang dilantik. Kepada Wakil Dekan I, dititipkan pesan agar dapat menata proses akademik dengan baik terutama dengan tidak adanya penundaan kegiatan dalam situasi Covid-19, maka diharapkan dapat menjaga proses pembelajaran agar berjalan dengan baik dan tidak merugikan mahasiswa. Kepada Wakil Dekan II, disampaikan agar dapat memilah prioritas yang perlu dilakukan. Dan untuk Wakil Dekan III dititipkan kegiatan kemahasiswaan yang berinovasi dan kreasi, serta bersama Fakultas Kesehatan lain diharapkan dapat melakukan hal khusus terkait Covid-19, termasuk fokus pada KKN tematik.

Secara umum Rektor menyampaikan pesan agar pimpinan Fakultas Keperawatan yang dilantik dapat mengemban amanah dengan baik sebagai pertanggung jawaban tidak hanya kepada dinas tetapi terutama kepada Allah SWT. Rektor juga menambahkan harapan kepada Dekan bersama Wakil Dekan yang telah dilantik untuk dapat saling berkoordinasi dalam menghadapi kepentingan terkait Fakultas dan juga Universitas. Salah satunya, dengan situasi Covid-19, dalam menghadapi kebijakan-kebijakan yang telah dan mungkin akan muncul, dititipkan pesan agar semua proses di dilaksanakan dengan hati-hati. Rektor mengingatkan walaupun dalam kondisi darurat pertanggungjawaban tetap dilaksanakan secara normal.

Tidaklupa, Rektor menyampaikan ucapan terimakasih kepada Vetty Priscilla, S.Kp, M.Kep, Sp.Kep.Mat, MPH (Wakil Dekan II Periode 2016-2020) dan Dr. Ns. Meri Neherta, M.Biomed (Wakil Dekan III Periode 2016-2020) yang telah bekerja secara maksimal mendukung program Fakultas Keperawatan dan Universitas Andalas.

Secara terpisah, Dekan Fakultas Keperawatan juga menyampaikan harapannya Wakil Dekan I, II, dan III yang telah dilantik akan mampu bekerjasama dan berkolaborasi dengan baik dalam mencapai visi Fkep BIG 2024, Berkualitas, Inovatif dan Global.

Semoga kedepannya Fakultas Keperawatan dapat menggapai visi-misi nya dengan baik dan terdepan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

 

 

04 May 2020

Link : https://fkep.unand.ac.id/tanggapbencana/

web cvd19

Sebelah kanan atas ada tulisan tanggap bencana, di klik langsung masuk ke link waspada covid-19 milik fkep. ke depannya web link ini akan kita kembangkan menjadi web link tanggap bencana, shg setiap ada bencana, maka isi web ini akan disesuaikan. jika ada bapak/ibu yang ingin berkontribusi dalam mengisi web (ada bahan) silahkan kontak kaprodi s1 bu yanti.

03 May 2020

Sumber : https://unand.ac.id/id/berita-peristiwa/berita/item/3563-kuliah-daring-unand-telkomsel.html

 

Padang (Unand) – Universitas Andalas semenjak Maret lalu sudah mulai mengganti perkuliahan tatap muka dengan kuliah Dalam Jaringan (Daring) sebagai upaya untuk mengantisipasinya penyebaran Corona Virus 19 (Covid 19).

Menyikapi hal tersebut, Universitas Andalas terus melakukan terobosan untuk memperlancar kegiatan perkuliahan diantaranya dengan mengandeng Telkomsel sebagai Provider Partner.

Wakil Rektor III Universitas Andalas Ir. Insannul Kamil, Ph. D mengatakan ada dua hal yang dilakukan di Universitas Andalas dalam menindaklanjuti fasilitas gratis 30 GB bagi universitas yang memiliki fasilitas ilearn termasuk Universitas Andalas.

“Hal Ini ditindaklanjuti karena Universitas Andalas memiliki agenda akademik untuk pelaksanaan kuliah dibulan Mei dan diakhir bulan Juni hingga awal Juli dengan pelaksanaan ujian,” tambahnya pada Kamis (30/4) diruang Rapat Senat yang juga didampingi oleh Wakil Rektor I dan Ketua LPTIK Universitas Andalas. 

Selain itu, dikatakannya Universitas Andalas juga memberikan bantuan sebesar Rp 50.000,- kepada mahasiswa untuk membeli pulsa yang dapat digunakan sebagai kuota internet.

“Bantuan ini hanya untuk mahasiswa dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) level 1-2 dan mahasiswa Bidikmisi,” jelasnya. 

Diluar dari itu, ia mengatakan Universitas Andalas juga memfasilitasi seluruh mahasiswanya dengan Akses ke Aplikasi Video Conference secara gratis melalui platform aplikasi CloudX yang dimiliki Telkomsel.

Sementara itu, M. Ihsan Aulia  Account Manager Telkomsel Cabang Padang mengatakan dalam menindaklanjuti kerjasama yang pertama yaitu mengenai akses e-learning dengan menggunakan paket data ilmupedia secara gratis oleh mahasiswa.

“Seiring dengan itu, ternyata kebutuhan semakin banyak dan meningkat, maka diambillah alternatif yakni Platform Aplikasi Video Conference CloudX, dimana platform ini juga digunakan oleh Presiden RI beserta jajaran kabinet sebagai Platform Aplikasi Video Conference," ujarnya.

Dikatakannya pada dasarnya platform aplikasi video conferense ini sama seperti lainnya yang membedakannya adalah dari segi security dan juga paket data.

“Selain itu, CloudX belum diterapkan untuk masyarakat luas, hanya memang untuk korporate yang sudah melakukan kerjasama,” ujarnya.

Penggunaan 1 room CloudX bisa digunakan maksimal 100 user. Ia berharap Universitas Andalas tidak terpengaruh lagi dengan situasi pandemi ini, karena secara kuota sudah disiapkan dan juga secara platform juga sudah disiapkan yang bisa diakses oleh 100 user serta penggunaannya sangat mudah.

“Akses masuk ke CloudX melalui link yang akan didistribusikan segera ke mahasiswa dan dosen dimana nantinya aplikasi ini dapat digunakan melalui perangkat komputer/laptop dan smartphone,” terangnya.

Mahasiswa dan Dosen diberikan kuota 30GB untuk akses penggunaan aplikasi CloudX untuk masa pemakaian aplikasi selama 1 bulan dengan syarat pembelian menggunakan pulsa Rp.10 melalui aplikasi MyTelkomsel.(*)

Humas dan Protokol Unand 

 

25 April 2020

sumber : 

Sumber_sehatnegriku.kemkes.go.id

https://m.liputan6.com/health/read/4225147/ahli-forensik-pastikan-jenazah-pasien-positif-covid-19-tidak-menularkan-virus-corona



Kasus penolakan jenazah Covid-19 terjadi di masyarakat 7 April lalu. Hal ini terjadi akibat anggapan masyarakat bahwa jenazah bisa menularkan virus. Penolakan jenazah akibat Covid-19 terjadi di beberapa daerah. Padahal Perawat bertugas mengorbankan rasa takutnya untuk merawat pasien pasien Covid-19.

Menyikapi hal ini, pemerintah minta kepada seluruh masyarakat jangan menolak jenazah tersebut untuk dimakamkan. Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mengatakan pemerintah turut berbelasungkawa pada korban meninggal. Protokol tentang penguburan jenazah telah dibuat sesuai dengan edaran dari Kemenag dan aturan Fatwa MUI nomor 8/2020.

“Pengurusan jenazah yang terpapar virus telah dilakukan sesuai dengan protokol medis yang ada dan dilaksanakan oleh pihak terlatih dan berwenang,” katanya.

“Kami berharap tak ada lagi alasan masyarakat untuk takut atau menolak hal ini. Kami berupaya melindungi semuanya, kita bersungguh-sungguh, Kemenag dan Fatwa MUI telah mendukung bersama-sama untuk penatalaksanaan penguburan jenazah ini,” tambah dr. Yuri.

 

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan tidak terprovokasi dengan berita yang belum tentu kebenarannya. Pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya dalam memutus rantai penularan Covid-19.

“Mereka adalah saudara-saudara kita. Mereka itu keluarga kita yang harus menjadi korban karena penyakit ini. Bahkan ada dari mereka yang gugur karena melaksanakan tugasnya. Marilah kita menghormati mereka, tidak ada alasan menolak atau takut,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (11/4)

 

Ahli forensik Mabes Polri Kombes Pol. Dr.dr.Sumy Hastry P, SpF  juga imbau masyarakat untuk tidak khawatir.“Jangan takut, percaya kepada kami kalau jenazah sudah aman tidak akan menulari,” ujar Dr. Sumy dalam zoom sharing  bersama Liputan6.com, Sabtu (11/4/2020).Ia menambahkan, jenazah yang telah dipulasara dengan tepat tidak akan menyebarkan virus di suatu wilayah. Hal ini disebabkan virus akan mati di dalam tubuh jenazah.

 

Proses mengurus jenazah harus dilakukan oleh tim dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengap. “Kita tidak melarang menyolati tapi diatur jaraknya, pemakaman dilakukan tim forensik hingga memasukkan jenazah ke liang lahat.”

Sebelumnya, jenazah dipulasara dengan teliti oleh tim forensik dengan penutupan semua lubang tubuh. Jenazah juga dibungkus plastik dengan rapat sebelum dikafani. Hal ini mencegah tembusnya cairan jenazah yang berpotensi membawa virus.Dr. Sumy menegaskan bahwa jenazah “tidak akan menulari kalau tidak dibuka.”Dr. Sumy juga menjelaskan, ketika jenazah sudah dikubur maka tidak masalah jika keluarga ingin berziarah.“Yang jadi masalah kalau ziarahnya berkerumun, tidak menggunakan masker.”

 

Dalam diskusi tersebut, ada satu pertanyaan mengenai pemindahan jenazah dari kuburan pertama ke kuburan lain atas keinginan keluarga.

Dr. Sumy menyarankan pemindahan dilakukan setidaknya 3 bulan setelah jenazah dikuburkan.  Dalam kurun waktu tersebut, diperkirakan sudah tidak ada virus tersisa di jasad.

“Masyarakat tidak usah khawatir  tertular oleh jenazah, tim forensik sudah sangat teliti,” pungkasnya.

 

Meski begitu, perlu diketahui bahwa penanganan dan pemulasaraan jenazah penderita COVID-19 di Indonesia sudah diatur sesuai dengan protokol yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Kesehatan Dunia (WHO), agar jenazah tersebut aman dan tidak menularkan virus Corona.

 

Prof. Tri Wibawa yang juga merupakan pakar mikrobiologi mengatakan, risiko penularan jenazah positif Covid-19 ke manusia akan minimal apabila seluruh langkah pemulasaran jenazah dilakukan sesuai pedoman penanganan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Yakni, petugas kesehatan memakai APD saat pemulasaran jenazah, jenazah harus terbungkus seluruhnya dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus sebelum dipindahkan ke kamar jenazah, jangan ada kebocoran cairan tubuh yang mencemari bagian luar kantong jenazah, dan sesegera mungkin memindahkan ke kamar jenazah . Ketika jenazah telah dibungkus dan dikubur, lanjutnya, maka virus akan ikut mati. Saat orang meninggal, selnya mati sehingga virus di dalamnya juga tidak akan berkembang. ifat virus dalam jenazah sama dengan virus yang ada di tanah, lantai, maupun barang yang akan mati dalam jangka waktu

 

Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melarang jenazah COVID-19 dimakamkan. Perlu disadari, hal ini bisa sangat menyakitkan bagi anggota keluarga jenazah.

Di masa-masa sulit seperti ini, alangkah baiknya bila kita saling membantu dan memberi dukungan, bukannya malah menambah kesedihan keluarga yang ditinggalkan.

22 April 2020

Sumber Informasi : https://corona.sumbarprov.go.id/details/detail_master_berita/84

 

Padang - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno telah tetapkan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Sumatera Barat di mulai pada hari Rabu tangal 22 April hingga pada tanggal 5 Mei 2020. sesuai kesepakatan Rapat Koordinasi Pemprov dengan Pemkab/ko se Sumatera Barat melalui Video Confrence, Senin (20/4/2020).

Hal ini juga tertuang dalam Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor : 180-297-2020 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Provinsi Sumatera Barat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) : Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Di Wilayah Provinsi Sumatera Barat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) selama 14 (empat belas) hari terhitung mulai tanggal 22 April 2020 sampai dengan tanggal 5 Mei 2020.

“ Kita berterima kasih kepada Bupati dan Walikota telah menyepakati berbagai hal tentang pelaksanaan PSBB dalam percepatan penanganan Covid 19 di Sumatera Barat. Dan kita juga telah sepakat penerapan sesuai dengan pedoman PSBB yang ada saat ini. Penerapan pelaksanaan PSBB lebih ditekanan kepada pemkab/ko, koordinasi tentu agar lebih ditingkatkan baik OPD terkait dengan OPD terkait lainnya di kab/ko”, kata Irwan Prayitno.

Gubernur Irwan Prayitno juga sampaikan pelaksanaan PSBB ini juga mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19); Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/260/2020 tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Provinsi Sumatera Barat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19);

Dan Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Sumatera Barat dan Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 180-297-2020 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Provinsi Sumatera Barat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19);

Irwan Prayitno juga menyampaikan adapun kriteria yang harus dipenuhi oleh daerah dalam pengambilan kebijakan PSBB sesuai Pasal 2 Permenkes No. 9 Tahun 2020 :

“ Ada jumlah kasus dan/ atau jumlah kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah.  Terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain. Proses usulan PSBB sesuai Pasal 4, 5 dan 6 Permenkes No. 9 Tahun 2020 serta  Pengajuan permohonan kepada Menteri Kesehatan.yang melampirkan data peningkatan jumlah kasus menurut waktu, penyebaran kasus menurut waktu, kejadian transmisi lokal”ujarnya.

Irwan juga menyampaikan tentang epidemiologi penerapan PSBB telah ada peningkatan jumlah kasus menurut waktu Penyebaran pandemic COVID-19 telah menyebar ke seluruh Provinsi, salah satunya Sumatera Barat.

“ Secara Epidemiologi di Sumbar telah menjadi pusat aktivitas, mobilitas masyarakat sangat tinggi. Kondisi ini mempercepat peningkatan penyebaran COVID-19. Karena itu diperlukan langkah percepatan penanganan COVID-19 dengan kebijakan PSBB Provinsi Sumatera Barat. Dan juga dari penyebaran kasus telah menggambarkan adanya sub cluster dan transmisi lokal”, ungkapnya.

Soal bantuan sosial yang telah disediakan Irwan Prayitno juga sampaikan,soal penerima bantuan sosial berdasarkan jumlah penduduk Sumatera Barat diketahui total jumlah 1.619020 Kepala Keluarga (KK). Total yang dibantu 1.032.188 KK. Yang tidak terdampak 163.952 KK. ASN,TNI.Polri dan Pensiunan 29286 KK.

“ Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) 178970 KK, Program Sembako Pusat 245.870 KK, Prakerja 74.720 KK, Kemensos 250.000 KK, Kementerian Desa 162.920 KK. Dan yang terdampak yang belum menerima bantuan 422.888 KK akan dibantu oleh Pemkab/ko, Baznas, dan para donatur dan CSR BUMN/BUMD “, ujarnya.

Irwan juga menyampaikan pada saat ini data prakerja yang belum tercukupi dari plapon yang ada agar disegerakan oleh kabupaten dan kota dalam pengisian data prakerja ini.

 

22 April 2020

Sumber : Pasien Sembuh Bertambah Menjadi 842, Kasus Positif COVID-19 Meluas ke 257 Kabupaten

 

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kembali mengungkapkan bahwa jumlah pasien sembuh COVID-19 kembali meningkat menjadi 842 setelah ada penambahan sebanyak 95 orang. Jumlah tersebut semakin melampaui angka kematian pasien per hari ini Senin (20/4) sebanyak 616 setelah ada penambahan 26 orang.

Adapun Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 286, disusul Jawa Timur sebanyak 100, Jawa Barat 75, Sulawesi Selatan 73, Jawa Tengah 51, Bali 42 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 842 pasien.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

“Jika kita perhatikan sebaran pasien sembuh, di DKI sudah ada 286 orang dinyatakan sembuh. Tentunya dengan krtieria klinis, membaik, tidak ada keluhan serta pemeriksaan laboratioriun sudah dinyatakan dua kali pemeriksaan negatif,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto melalui keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (21/4).

Dari total kasus sembuh dan meninggal tersebut, ada pula penambahan untuk kasus positif sebanyak 375 orang hingga total menjadi 7.135.

Data yang dicatat tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 50.370 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 37 laboratorium. Sebanyak 46.173 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 7.135 positif dan 39.038 negatif.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 186.330 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 16.763 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 257 kabupaten/kota di Tanah Air, yang mana angka tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kasus COVID-19 semakin meluas dari hari sebelumnya.

“Seluruh provinsi telah terdampak. Kabupaten/Kota yang terdampak meningkat menjadi 257,” jelas Yuri.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan data positif COVID-19 di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh tujuh kasus, Bali 150 kasus, Banten 341 kasus, Bangka Belitung delapan kasus, Bengkulu delapan kasus, Yogyakarta 72 kasus, DKI Jakarta 3.260 kasus.

Selanjutnya di Jambi 13 kasus, Jawa Barat 756 kasus, Jawa Tengah 449 kasus, Jawa Timur 603 kasus, Kalimantan Barat 27 kasus, Kalimantan Timur 68 kasus, Kalimantan Tengah 67 kasus, Kalimantan Selatan 98 kasus, dan Kalimantan Utara 77 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 81 kasus, Nusa Tenggara Barat 93 kasus, Sumatera Selatan 89 kasus, Sumatera Barat 76 kasus, Sulawesi Utara 20 kasus, Sumatera Utara 84 kasus, dan Sulawesi Tenggara 37 kasus.

Adapun di Sulawesi Selatan 374 kasus, Sulawesi Tengah 27 kasus, Lampung 27 kasus, Riau 35 kasus, Maluku Utara empat kasus, Maluku 17 kasus, Papua Barat tujuh kasus, Papua 118 kasus, Sulawesi Barat tujuh kasus, Nusa Tenggara Timur satu kasus, Gorontalo tujuh kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 27 kasus.

Agus Wibowo
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

whos online

We have 24 guests and no members online

Sekretariat Fakultas Keperawatan UNAND

Lantai 1, Gedung Fakultas Keperawatan Universitas Andalas 

  • Telepon      : +62-751-779233
  • Fax             : +62-751-779233

Peta