• sekretariat@nrs.unand.ac.id

Fakultas Keperawatan Unand Gelar Seminar & Workshop Nasional Bencana: From Readiness to Resilience

Biru Dan Putih Modern Webinar Strategi Komunikasi Efektif Instagram Post 2000 x 800 px 1

Sebagai bagian dari komitmen dalam mewujudkan visi Fakultas Keperawatan Universitas Andalas menjadi pusat keunggulan pendidikan, penelitian, dan praktik keperawatan berstandar global, Fakultas Keperawatan Universitas Andalas menyelenggarakan Seminar dan Workshop Nasional Bencana bertajuk “Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Dosen Keperawatan dalam Mewujudkan Keunggulan Keilmuan Keperawatan Bencana: From Readiness to Resilience” pada 18–19 November 2025 di Convention Hall Universitas Andalas.

Makna dan Relevansi Topik Kegiatan

Tema “From Readiness to Resilience” menggambarkan transformasi paradigma keperawatan bencana dari tahap kesiapsiagaan (readiness) menuju ketahanan (resilience).
Kesiapsiagaan mencerminkan kemampuan dosen dan tenaga keperawatan untuk siap bertindak dalam situasi bencana melalui perencanaan, edukasi, dan simulasi. Sementara itu, ketahanan menekankan kemampuan untuk memulihkan, beradaptasi, dan memperkuat sistem kesehatan masyarakat pasca-bencana.

Makna topik ini sangat relevan dengan visi Program Studi Sarjana dan Profesi Ners yang berorientasi pada pengembangan keilmuan keperawatan yang tanggap terhadap isu global dan lokal, khususnya dalam bidang disaster nursing. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap dosen memiliki kompetensi untuk:

  • Mengintegrasikan konsep disaster preparedness and resilience ke dalam proses pembelajaran dan penelitian.
  • Mengembangkan model pembelajaran berbasis komunitas dan rumah sakit yang relevan dengan konteks bencana di Indonesia.
  • Menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa untuk tanggap bencana lintas sektor kesehatan.

Latar Belakang dan Narasumber

Kegiatan ini menghadirkan dua tokoh penting dalam dunia keperawatan dan kebijakan kesehatan:

  • Prof. Achir Yani S. Hamid, MN., DNSc., Guru Besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, pakar keperawatan komunitas dan bencana yang telah banyak berkontribusi dalam pembentukan kurikulum nasional keperawatan bencana.
  • Budiman, SKM., M.Kes., perwakilan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang berperan langsung dalam penyusunan kebijakan, koordinasi, dan pelaksanaan penanggulangan bencana di sektor kesehatan nasional.

Kehadiran kedua pembicara ini memperkuat kolaborasi antara akademisi dan praktisi kebijakan, guna memastikan pengembangan keperawatan bencana di Fakultas Keperawatan Unand berjalan sesuai standar nasional dan internasional.

Tujuan dan Sasaran Kegiatan

Kegiatan ini ditujukan bagi seluruh dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas, sebagai langkah strategis untuk:

  • Meningkatkan kompetensi dosen dalam pendidikan dan praktik keperawatan bencana berbasis evidence-based practice.
  • Membangun jaringan kolaborasi dengan lembaga pemerintah, rumah sakit, dan institusi pendidikan lain dalam bidang tanggap darurat bencana.
  • Menyusun rencana implementasi kurikulum disaster nursing yang adaptif dengan kondisi geografis dan sosial masyarakat Indonesia.

Rangkaian Kegiatan Dua Hari

Hari Pertama – Seminar Nasional (18 November 2025)

Fokus kegiatan hari pertama adalah transfer knowledge dan policy dialogue melalui sesi pemaparan materi:

  • Kebijakan dan Program Pusat Krisis Kemenkes dalam penanggulangan bencana pada klaster kesehatan.
  • Peran dan fungsi perawat dalam sistem tanggap darurat di berbagai level pelayanan kesehatan.
  • Strategi integrasi keperawatan bencana dalam kurikulum pendidikan sarjana dan profesi ners.

Diskusi panel dipandu oleh moderator Ns. Ira Erwina, M.Kep., Sp.Kep.J. dan Ns. Sidaria, M.Kep., yang memfasilitasi pertukaran ide dan refleksi antar dosen peserta.

Hari Kedua – Workshop Tematik (19 November 2025)

Hari kedua berfokus pada capacity building dan curriculum-based simulation dengan pendekatan lintas departemen:

  • Keperawatan Jiwa-Komunitas: Penguatan peran perawat dalam dukungan psikososial dan community disaster preparedness.
  • Keperawatan Gawat Darurat & Medikal Bedah (KGD-KMB): Latihan triase, stabilisasi pasien, dan koordinasi tim saat bencana.
  • Keperawatan Anak & Maternitas: Pendekatan terhadap kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan anak dalam konteks bencana.
  • Keperawatan Dasar & Manajemen: Manajemen logistik, sumber daya, dan sistem koordinasi di fasilitas pelayanan kesehatan pasca-bencana.

Melalui sesi workshop ini, dosen diharapkan dapat menghasilkan model pembelajaran praktis yang akan diterapkan di kelas maupun dalam kegiatan praktik lapangan mahasiswa.

Penutup

Kegiatan ini merupakan langkah nyata Fakultas Keperawatan Universitas Andalas dalam menguatkan pilar education–research–community service berbasis kebencanaan. Dengan mengadopsi prinsip From Readiness to Resilience, Fakultas Keperawatan Unand menegaskan komitmennya untuk melahirkan perawat profesional yang tidak hanya tanggap terhadap bencana, tetapi juga berperan aktif dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat Indonesia.